Blog

Apa saja faktor yang mempengaruhi pemberian ASI pada bayi baru lahir? Penyebab Penolakan Payudara

Apa saja faktor yang mempengaruhi pemberian ASI pada bayi baru lahir? Para ibu yang terkasih, merupakan perilaku alami bagi bayi baru lahir yang sehat untuk mencari payudara ibunya dan cenderung menyusu setelah dilahirkan. Oleh karena itu, tidak dianggap normal jika bayi menolak menyusu segera setelah ia lahir. Namun, pada beberapa kasus khusus, bayi baru lahir mungkin mengalami kesulitan menyusui atau tidak mau menyusu. Situasi ini seringkali bersifat sementara dan […]

Yenidoğan Emzirme

Apa saja faktor yang mempengaruhi pemberian ASI pada bayi baru lahir?

Para ibu yang terkasih, merupakan perilaku alami bagi bayi baru lahir yang sehat untuk mencari payudara ibunya dan cenderung menyusu setelah dilahirkan. Oleh karena itu, tidak wajar jika bayi menolak menyusu begitu ia lahir.

Namun, pada beberapa kasus khusus, bayi baru lahir mungkin mengalami kesulitan menghisap atau tidak mau menyusu. Kondisi ini seringkali bersifat sementara dan dapat diatasi dengan mengetahui penyebab utamanya.

Lalu apa saja faktor yang mempengaruhi pemberian ASI pada bayi baru lahir?

1. Posisi Menyusui yang Salah dan Penempatannya yang Salah

Salah satu masalah paling umum selama proses menyusui adalah posisi bayi yang tidak tepat pada payudara.

Ketika bayi tidak dapat menyusu dengan benar:

  • Dia mungkin tidak mendapat cukup ASI,
  • Mungkin kesulitan menghisap,
  • Mudah lelah,
  • Dia mungkin menolak payudaranya.

Penempatan yang salah juga ada pada induknya;

  • Puting terasa sakit,
  • Sensitivitas,
  • Retak,
  • Luka yang tak kunjung sembuh,

dapat menyebabkan pembentukan.

Posisi menyusui yang benar sangat penting untuk kenyamanan ibu dan efektivitas menyusui bayi.

2. Obat-Obatan yang Digunakan Selama dan Setelah Melahirkan

Beberapa analgesik, obat anestesi yang diberikan saat melahirkan, atau beberapa obat yang digunakan setelah lahir dapat memengaruhi perilaku bayi baru lahir.

Dalam beberapa kasus, obat-obatan ini:

  • Membuat bayi lebih mengantuk,
  • Melemahnya refleks menghisap,
  • Masalah koordinasi,
  • Sulit menggenggam payudara,

dapat menyebabkan.

Kondisi ini biasanya bersifat sementara namun dapat mempengaruhi masa awal menyusui.

3. Pemisahan Ibu dan Bayi

Penting bagi ibu dan bayi untuk bertemu sedini mungkin setelah lahir.

Dalam beberapa kasus;

  • Kebutuhan perawatan intensif neonatal,
  • Intervensi medis,
  • Masalah kesehatan ibu atau bayi,

Ibu dan bayi mungkin terpisah karena alasan ini.

Menunda kontak kulit dan menunda menyusui dapat berdampak negatif pada perilaku menghisap bayi.

4. Cara Kelahiran dan Trauma Kelahiran

Penelitian yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara kondisi kelahiran dan kemampuan menghisap.

Khususnya:

  • Kelahiran sulit,
  • Kelahiran memerlukan intervensi segera,
  • Melahirkan dengan menggunakan vakum atau forceps,
  • Kelahiran yang terjadi dengan sangat cepat,

dapat memengaruhi pengalaman menyusui pertama bayi baru lahir.

Meskipun kondisi ini tidak terlihat pada setiap bayi, kondisi ini dapat menyebabkan refleks menghisap terlambat pada beberapa bayi.

5. Menggunakan Botol atau Dot pada Periode Awal

Penggunaan dot atau botol pada masa awal setelah lahir dapat mempengaruhi perilaku menghisap pada beberapa bayi.

Karena teknik menghisap antara payudara dan botol berbeda.

Situasi ini terjadi pada beberapa bayi:

  • Kesulitan melekat pada payudara,
  • Penolakan payudara,
  • Kerusakan sistem hisap,

dapat memberikan hasil seperti

6. Infeksi Mulut

Masalah mulut seperti sariawan dan infeksi jamur dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan saat menghisap.

Oleh karena itu sayang:

  • Dia mungkin tidak mau menyusu,
  • Dia mungkin sering meninggalkan payudaranya,
  • Dia mungkin bertingkah gelisah.

Jika terdapat plak putih di mulut atau ketidaknyamanan yang signifikan selama menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli kesehatan.

7. Bayi Gelisah dan Menangis Berlebihan

Penting untuk merespons sinyal lapar bayi sejak dini.

Ketika tanda-tanda lapar tidak diketahui dan bayi menunggu lama:

  • Dia mungkin menangis berlebihan,
  • Bisa marah,
  • Dia mungkin menjadi gelisah.

Dalam kasus ini, bayi mungkin akan kesulitan menggenggam payudara dengan benar dan proses menghisap bisa menjadi lebih menegangkan.

8. Ibu Menjadi Stres dan Gugup

Masa nifas merupakan proses sensitif secara emosional dan fisik.

Stres, kecemasan, dan ketegangan yang hebat pada ibu secara tidak langsung dapat mempengaruhi proses menyusui.

Bayi dapat merasakan suasana emosional di sekitarnya dan mungkin menunjukkan ketidaknyamanan dalam beberapa situasi.

Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk beristirahat, mendapat dukungan, dan merasa aman baik untuk proses menyusui maupun ikatan ibu-bayi.

Apakah Penolakan Payudara pada Bayi Baru Lahir bersifat Permanen?

Umumnya, tidak.

Penolakan payudara atau kesulitan pelekatan payudara biasanya dapat membaik ketika penyebab utamanya teridentifikasi dan dukungan yang tepat diberikan. Oleh karena itu, pendekatan terbaik adalah mendapatkan dukungan profesional tanpa panik.

Hasil

Ada banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI pada bayi baru lahir. Posisi menyusui yang salah, kondisi saat melahirkan, pemisahan ibu-bayi, infeksi mulut, penggunaan dot atau botol dini, hingga kondisi psikologis ibu adalah beberapa di antaranya. Penolakan bayi untuk menyusu tidak selalu berarti masalah permanen. Masalah menyusui yang terdeteksi sejak dini dan didukung dengan benar seringkali dapat diatasi dengan sukses.

Ahli Diet Yasemin Tangören Öztürk

23 Juni 2026


Konten ini hanya untuk tujuan informasi umum. Ini bukan merupakan diagnosis, pengobatan, atau iklan. Setiap aplikasi bersifat spesifik untuk individu dan harus dievaluasi oleh dokter Anda. Ini bukan pengganti nasihat medis; selalu mencari pendapat medis profesional mengenai kondisi kesehatan Anda.